Minggu, 11 Januari 2015

21 Alasan Kenapa Kamu Harus Bangga Jadi "Arek-arek Suroboyo"


Seringkali Surabaya dianggap sebagai kota yang 'ndeso'. Ada juga yang bilang sebagai kota pahlawan. Identik dengan 'medhok' dan kata-kata yang kasar. Baca dulu deh artikel dibawah ini, sudut pandangmu terhadap kota Surabaya bakal berubah jadi lebih baik :

1. Asalmu sudah langsung bisa diketahui dari logatmu. Medhoknya Arek Suroboyo itu khas banget deh!

Pernah dengar Anang dan Dhani ngobrol?
Pernah dengar Anang dan Dhani ngobrol? via www.cumicumi.com

“Kita sebagai orang Jawa Timur punya aksen bahasa Jawa yang beda dari orang Jawa yang lain. Jadi dimanapun kita berada, kalo denger orang dengan aksen medhok khas Jawa Timuran, pasti langsung berpikir “Hmm.. Suroboyo iki…”
Yuli, 22, Jakarta
Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta boleh sama-sama berbahasa Jawa, tapi yang namanya daerah pasti punya ciri khas bahasa dan dialek yang berbeda. Jangankan dengan Jawa Tengah atau Yogyakarta, yang sama-sama dari Jawa Timur aja bisa beda logat dan aksen bahasanya.
Aksen Suroboyoan adalah aksen yang paling identik dengan Jawa Timur. Kalau kamu mau tahu gimana cara mudahnya membedakan antara bahasa Jawa ala Suroboyoan dan Jawa Tengah atau Jogja, perhatikan dari kata sapaannya saja!
Yogya: Cah-cah Jogja (Anak-anak Jogja)
Surabaya: Arek-arek Suroboyo (anak-anak Surabaya)

2. Tapi karena logat Suroboyoanmu itu, kamu sering dibilang kasar dan ceplas-ceplos!

Ngmongnya ceplos-ceplos dan kasar
Ngmongnya ceplos-ceplos dan kasar via www.hipwee.com

“Dianggep kasar. Emang sih logat ngomongku kasar, tapi ‘kan hatiku Hello Kitty…”
Fitria Handayani Meilanasari , 25, Surabaya
“Orang asli Suroboyo kalo ngomong suka nyeplos!”
Mochamad Nurchasan, 19, Surabaya

Bahasa Jawa selalu diidentikkan dengan bahasa yang sopan, halus,kalem, dan pelan-pelan layaknya Putri Solo. Padahal ya nggak juga. Buktinya arek Suroboyo kalau ngomong ceplas-ceplos, cepat, nyaring, dan (kedengarannya) kasar.
Tak jarang kamu jadi sering dibilang Jawa kasar karena cara bicaramu yang ceplas-ceplos. Padahal belum tentu memang kamu orangnya kasar!
Arek Suroboyo juga bisa ngomong bahasa Jawa halus. Sama seperti bahasa daerah lainnya kok, ada kasar dan halusnya. Kalau lagi ngumpul bareng teman-teman pasti bahasa yang digunakan yang kasar, tapi kalau udah berbicara kepada orang yang lebih tua, sudah pasti tahu diri menggunakan bahasa Jawa halus!


3. Ada satu kata yang bisa mewakili puluhan emosi yang kamu miliki: “JANCUK”!

jangan kaget, jancuk itu cuma ekspresi
jangan kaget, jancuk itu cuma ekspresi via vanzimi.wordpress.com

“Tiap kali ngeluarin kata mutiara asli Suroboyo, kayak “jancuk”, nyapa temen pake “cuk”, dikirain nantang. Padahal bercandaaaa.”
Theresia, 20, Surabaya

“Tiap hari denger “Cak-cok”nya Suroboyo braayyy… woohhoo udah jd bahasa sehari-hari..”
Lithania Intan, 19, Surabaya

Jangan kaget dengan kata sakti yang satu ini. Bagi arek-arek Suroboyo, ‘jancuk” itu punya beribu-ribu makna!
Manggil teman = Woy cuk… ayo melok aku yo mlaku-mlaku nang TP!
Bercanda = Jiancuk…. ndagel ae koen rek! Ojo ngguyu ae koen!
Marah =  Arek iku pancen jancuk!
Berantem = “Ojo mlayu koen, cuk! mrene lek wani ayo gasak’an karo aku!
Bahagia = Cuk cuk… Arek wedok iku ayune gak nguati rek!
Ya.. Jancuk itu punya banyak makna bagi arek-arek Suroboyo. Dari sedih, marah sampai bahagia pun nggak afdol rasanya kalau nggak sebut kata “Jancuk”. Kalau mau menafsirkan makna di balik kata jancuk yang terucap pada mulut Arek Suroboyo, apakah “jancuk positif” atau “jancuk negatif”, kamu wajib melihat ekspresi wajah dan intonasi suaranya.
Jadi jangan keburu menilai jelek kata jancuk, karena jancuk bisa memang berarti jelek, bisa juga sebagai simbol persaudaraan/ persahabatan bagi Arek-arek Suroboyo! :)


4. Permasalahan semua orang Jawa itu sama: dibilang medhok dan ndeso. Apalagi kalau kamu biasa ngomong po’o, opo’o, se, tah, a ala orang Suroboyo.

dc
Opo’o rek karo boso Suroboyoan? via www.hipwee.com

“Sering banget dikatain omonganku medok. Kata orang-orang, aku medok dan ndeso banget waktu bilang “opo’o? Iyo a?” (artinya: kenapa? Iyakah?).”
Nita Felianda, 21, Yogyakarta

“Kata yang paling aneh bagi orang lain itu “po’o”.”
Muhammad Alif Hamonangan, 18, Surabaya

Gimana nggak mau medhok? Namanya juga bahasa daerah yang sedari kecil sudah akrab di lidah. Tapi bagi orang-orang yang masih asing dengan Suroboyoan, ada beberapa kata atau imbuhan yang terdengar sangat menggelikan di telinga mereka, yaitu: po’o, opo’o, se, tah, dan a.
“Opo’o seh rek karo bosoku? (Kenapa sih dengan bahasaku?)
“Lho, iyo tah? Mosok seh?” (Lho, iya kah? Masa sih?)
“Awakmu gelem a melok aku?” (kamu nggak ikut aku?)
“Heh koen, tangio diluk po’o!” (heh kamu, bangun sebentar kenapa!)
Bahkan orang Jogja atau Semarang yang sama-sama berbahasa Jawa pun bisa merasa aneh mendengar kata-kata tersebut. Padahal, kata-kata imbuhan ini nih yang jadi ciri khas aksen bahasa Suroboyoan!


5. Arek Suroboyo itu juga doyan ngelawak, lho! Lawakan mereka jauh lebih lucu dibanding lawakan di TV!

Dibalik kata kasarnya terselip arti yang lucu
Dibalik kata kasarnya terselip arti yang lucu via entertainment.kompas.com

“Guyonan Suroboyoan itu lucu-lucu deh. Meskipun kedengarannya kasar, tapi itu lucu. Asal jangan dimasukin ke hati aja..”
Nia, 25, Yogyakarta
Nggak cuma Urang Sunda yang jago melawak. Arek-arek Suroboyo juga punya sisi humor yang sangat tinggi lho. Meskipun humornya terdengar kasar, tapi memang begitulah ciri khas lawakan Suroboyoan, bahasanya kasar dan tanpa basa-basi. Dalam setiap percakapan seringkali diselipi leh kata-kata yang kasar tapi bermakna lucu, sepert:

Arek Suroboyo kalau nyebut istilah banyak banget = taek ndayak

“Walah.. sing numpak sepur sak taek ndayak!” 
(Walah.. yang naik kereta banyak banget)

Kalau udah lama nggak ketemu teman…

Koen nang endi ae rek? Wes suwi gak ketemu! Jek urip tah koen? Tak kiro wes 100 dinoan!”
(Kemana aja lo? Udah lama nggak ketemu! Masih hidup lo? Gue pikir udah 100 harian!)

Kalau lagi ada cowok ganteng atau cewek cantik…

“Mbook mbokk mbookk.. arek iku ngguuuuantenge rek! Bapak’e mbien sunate nang endi iku?”
(Beuhh… cowok itu kok ganteng banget! Bapaknya dulu sunat dimana tuh?”

“Jancuk.. arek wedok iku ayune rek, mentolo tak gowo moleh ae!”
(Gila… cewek itu cantik banget, jadi pengen bawa ke rumah aja deh!)


6. Ngobrol sama teman dari Jogja atau Jawa Tengah nggak jarang bakal dibumbui salah paham

Meski sama-sama jawa, belum tentu sama
Meski sama-sama jawa, belum tentu sama via iwan-hafidz.blogspot.com

“Arek Suroboyo: tugasmu wis mari? (Tugasmu udah selesai?)
Wong Jogja: hey, tugas kok mari. tugas iku ora lara. (Hey, tugas kok sembuh. tugas itu nggak sakit)
Arek Suroboyo: *ndongkol*”
Mahy, 20, Malang
Ya.. begitulah kira-kira ketika arek Suroboyo bertemu dengan Wong Jogja. Sama-sama Orang Jawa, belum tentu sama semua-muanya. Ada banyak kosa kata bahasa Jawa Timuran dan Jawa Tengahan yang sangat berbeda arti. Pada percakapan di atas, bagi arek Suroboyo, “wis mari” itu berarti sudah selesai, sedangkan bagi Wong Jogja, “wis mari” itu berarti sudah selesai sakit.
Karena perbedaan itulah kadang seringkali terjadi kesalahpahaman. Tapi kesalahpahaman seperti kejadian yang dialami oleh pembaca itu malah justru jadi hal-hal unik dan lucu! Memang ya, Indonesia itu kaya akan bahasa dan buadaya! :)

7. Selama orang-orang tahu kamu Arek Suroboyo, kamu pasti bakal dikira BONEK MANIA!

Pasti dibilang bonek
Pasti dikira bonek via news.okezone.com

“Kalau kenalan gitu pas aku jawab asli Surabaya pasti dianggap bonek. Padahal meski aku arek Suroboyo, aku gak pernah ikut-ikutan bonek.”
Fitria Handayani Meilanasari , 25, Surabaya
Arek Suroboyo pasti dikira pendukung setianya klub bola Persebaya, alias Bonek Mania. Setiap kali berkenalan dengan orang baru, dan dia tahu kamu orang Surabaya, entah kenapa kamu selalu dianggap sebagai seorang bonek garis keras. Duh rek.. rek.. yok opo iki rek? :p


8. Mau suka bola atau nggak, kamu bakal takut pakai kendaraan plat L di kota rival Persebaya.

Mending nebeng temen aja
Mending nebeng temen aja via beritabolajatim.blogspot.com

“Waktu merantau ke Malang yang notabene kotanya Aremania, sering di-bully sama temen-temen. Sampe-sampe kalo Aremania lagi ada pertandingan, aku ga berani keluar. Kalaupun mau keluar kosan, kudu minta jemput temen yang platnya bukan plat “L”.”
Rindri Andewi Gati, 21, Surabaya
Gak cuma harus terima dibilang bonek, tapi kamu juga harus bersabar saat kamu merantau ke kota yang menjadi rival abadi Persebaya, yaitu Malang yang menjadi markas klub Aremania. Kamu harus rela pergi tanpa menggunakan motor atau mobil pribadimu yang menggunakan plat nomor Surabaya.


9. Saat merantau, kamu berharap teman-temanmu bakal tanya apa yang indah dari Surabaya. Eeeh mereka malah nanya: “Rumahmu sebelah mananya Gang Dolly?”

Ditanyain gang dolly
Ditanyain gang dolly via simomot.com

“Hampir semua temen yang tahu asalku pasti nanya, “Rumahmu sebelah mana-nya Dolly?” Sewot ‘kan, jadi aku bilang aja: “Belakang rumah ada jalan tembus ke Dolly, kenapa? Mau mampir?””
Rindri Andewi Gati, 21, Surabaya
Surabaya itu Kota Pahlawan, tapi kenapa orang-orang lain malah sering nanyain lokasinya gang Dolly?!?!?! Ya, tapi nggak bisa dipungkiri juga sih kalau di Surabaya sempat ada tempat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara. Walaupun sekarang sudah ditutup, namanya masih melegenda~


10. Surabaya itu nggak jauh beda sama Jakarta. Kota besar, macet, dan puaaaanas rek!

Puanase rek!
Puanase rek! via rizaldp.wordpress.com

“Panasnya itu yang gak bisa nahan. Apalagi pas di jalan. Udah panas, kena macet lagi. Asap-asap knalpot kendaraan jadi satu ama keringat di badan. Parfum satu botolpun ga bisa ngilangin bau kringat plus asap knalpot. Hahaha..”
Teguh Sastra, 25, Surabaya
Sebagai kota terbesar ke-2, Surabaya juga termasuk kota metropolitan yang padat penduduk. Ibu kota Jawa Timur ini juga mengalami permasalahan yang sama dengan Jakarta, yaitu macet! Soal udara, karena letaknya juga berada di pesisir pantai, membuat kota Surabaya memiliki cuaca panas dan sinar matahari yang terik! Gerah dan panasnya iku lho rek.. gak nguati!


11. Di Surabaya nggak banyak tempat wisata alam. Tapi kalau ngomongin mal, jangan tanya lagi..

cedca
Banyak Mall via rizaldp.wordpress.com

“Kalo mau jalan ketemunya mal melulu, yang nyaman dan gak panas. Kalau mau yang alami harus berwisata ke Malang.”
Bayu, 26, Solo
Ya.. Di Surabaya memang nggak banyak tempat wisata alam yang bisa dikunjungi. Kalau mau jalan bareng teman-teman atau keluarga ya ke Mall aja.. Kalau mau cari tempat wisata alam, kota yang paling terdekat yang bisa dikunjungi adalah Kota Malang. Eh.. tapi bukan berarti nggak ada tempat wisata alam sama sekali lho! Sekarang di Surabaya ada tempat wisata alam hutan mangrove!


12. Arek Suroboyo nggak suka sama yang namanya nongkrong. Buat mereka yang paling asik itu ya cangkruk’an!

Waiki.. cangkruk, remi, ngopi, karo mangan ote-ote!
Waiki.. cangkruk, remi, ngopi, karo mangan ote-ote! via pemberianalam.blogspot.com

“Budaya cangkruk di warkop.”
Coy, 25, Surabaya

“Meskipun bukan asli Suroboyo, rasanya sudah jadi bagian Kota Buaya ini karena enam tahun tinggal di sini. Sukanya, disini lengkap, kotanya bersih, orangnya yo nyantai-nyantai karo enak diajak cangkruk’an.”
Benny, 23, Surabay
Kalau orang Jakarta suka nongkrong, wong Jogja suka angkringan, arek Suroboyo ya cangkruk’an! Kegiatan cangkruk ini adalah kegiatan ngumpul-ngumpul bareng konco-konco. Cangkruk bisa dilakukan dimana saja, asalkan ngumpul bareng sama teman. Mau di warung kopi, warung tenda pinggir jalan, atau di teras rumah teman sendiri pun nggak masalah.
Kongkow ala arek Suroboyo ini bisa dibilang sebagai budaya turun temurun yang masih lestari sampai sekarang. Meskipun sekarang Surabaya sudah bertransformasi menjadi kota besar dan padat, budaya cangkruk ini masih terus dilakukan oleh arek-arek Suroboyo. Cangkruk bukan sekadar ngumpul-ngumpul gak jelas, tapi juga sambil menjaga silaturahmi dan solidaritas dengan teman-teman!


13. Nggak kalah dengan masakan daerah Sumatera, makanan khas Suroboyo juga uenak!

Nasi rawon, rujak cingur, lontong balao!
Nasi rawon, rujak cingur, lontong balap! via njomany.deviantart.com

“Sukanya jadi arek Suroboyo ialah bisa makan nasi rawon yang uenak tenan, bebek goreng sama pecel lele yang rasanya maknyusss. Aku arek Suroboyo!!”
Marlina , 22, Jakarta

“Suroboyo gak ada matinya… kulinernya itu lho, top bgt poool… dari segala macam penyetan, rujak cingur, lontong balap, sampe makanan-makanan yang bikin orang-orang ngomong ‘jan*uk’ hahaha…”
Anies, 24, Surabaya

Makanan khas yang paling terkenal di Surabaya adalah rawon! Tapi jangan salah, nggak cuma rawon aja lho yang makanan khas andalan Surabaya. Masih ada banyak lagi, seperti semanggi, rujak cingur, lontong balap, tahu tek, dll. Wes.. pokoke makanan khas Suroboyo tuh bikin kamu pengen bilang:
“Jancuk.. enak puoll reeek!” Huehehehehehe


14. Suroboyo itu kota terbesar ke-2 di Indonesia, masih ada yang bilang kalau Surabaya itu ndeso?

Masih kurang gede apa lagi coba Surabaya?
Masih kurang gede apa lagi coba Surabaya? via bjorngrotting.photoshelter.com

“Saat pertama kali aku merantau ke Bandung, pas teman-teman baruku pada tahu aku orang Surabaya, mereka ngira kalau Surabaya itu ndeso. Padahal Surabaya sama Bandung juga lebih gedean Surabaya! Aneh…”
 Devi, 22, Bandung
Entah kenapa orang Jawa selalu dikaitkan dengan hal-hal yang udik dan ndeso. Begitu juga dengan Surabaya, yang notabene adalah ibu kota provinsi Jawa Timur, dan juga kota terbesar ke-2 di Indonesia, masih banyak lho yang mengira kalau Surabaya itu ndeso!

“Jadi penduduk salah satu kota terbesar di Indonesia yang sekaligus jadi pusat perdagangan di Indonesia Timur. Fasilitas lengkap mulai mall, cafe, dan sarana publik!”
Rindri Andewi Gati , 21, Surabaya

Surabaya adalah kota besar yang sangat modern di Jawa Timur. Pembangunan kota dan pertumbuhannya adalah yang paling pesat di Jawa Timur. Fasilitas kota saja sudah terbilang cukup lengkap. Apapun yang kamu butuhkan selama tinggal di Surabaya, bisa kamu temukan dengan mudah! Kalau belum pernah datang ke Surabaya, jangan bilang deh Surabaya itu ndeso. Dijamin kamu bakal kaget dengan kemegahan kotanya! :)


15. Wajah Kota Surabaya sekarang jadi lebih indah, bersih dan teratur. Kota ini sekarang memperlakukanmu dengan lebih ramah.

Suroboyo saiki resik!
Suroboyo saiki resik! via detta-priyandikawardhana.blogspot.com

“Banyak taman-taman yang ditata secara bagus di Surabaya. Kotanya jadi lebih bersih dan segar soalnya lagi banyak ditanami tumbuhan-tumbuhan hijau di penjuru kota. Jalan pedestriannya juga bagus hehe.”
Rindri Andewi Gati , 21, Surabaya

Dibandingkan Surabaya 5-7 tahun yang lalu, kota ini tentu sudah jauh berbeda. Dulu Surabaya memang dikenal dengan kota yang jorok dan semrawut. Sekarang wajah Kota Pahlawan ini sudah mulai terlihat tertata rapih, bersih, dan tertib.
Hampir semua taman-taman di sudut Kota Surabaya sudah terawat jadi lebih indah. Tak ada lagi yang namanya pedagang kaki lima membuka lapak di trotoar jalan, trotoar sekarang sudah jadi jalur pedestrian sesuai dengan fungsinya. Kali Mas yang dulu terkenal jorok dan penuh dengan sampah, sekarang benar-benar sudah terbebas dari sampah! Sekarang Kota Surabaya sudah mulai mempercantik diri, dan tentunya jadi lebih manusiawi!
Tuh, walau arek-arek Suroboyo keras dan kasar, bukan berarti mereka nggak mau diatur dan ditata. Buktinya, justru arek-arek Suroboyo bisa membuat dan menjaga kotanya sendiri menjadi kota yang nyaman untuk mereka sendiri.


16. Arek Suroboyo pun sangat hormat dan cinta pada pemimpinnya sendiri. Mereka bangga dengan Wali Kotanya!

Punya Wali Kota yang superwoman
Punya Wali Kota yang superwoman via jwsasongko.com

“Bangga punya walikota superwoman kayak Bu Risma, yang tegas tapi tetap sederhana. Indonesia butuh pemimpin seperti beliau.”
Imer Agustin , 20, Surabaya
Arek-arek Suroboyo patut berbangga dengan pemimpin mereka, yakni Ibu Tri Rismaharini. Wali Kota Surabaya yang tangguh dan hebat ini berhasil membuat Kota Surabaya kembali indah dan teratur. Tak hanya soal tata kota saja, beliau sangat menomor satukan kepentingan rakyatnya.
Semenjak Surabaya dipimpin olehnya, Surabaya menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia. Karena jasanya itulah, Arek-arek Suroboyo sangat mencintai dan menghormati pemimpinnya. Siapa coba yang nggak bangga punya Wali Kota superwoman seperti beliau?

17. Surabaya juga punya segudang prestasi. Banyak penghargaan tingkat nasioal maupun internasional yang berhasil disabet kotamu ini!

Surabaya memenagnkan berbagai macam penghargaan bergengsi
Surabaya memenagnkan berbagai macam penghargaan bergengsi via kanalsatu.com

“Bangga, soalnya Pemerintah Kota Surabaya sendiri dapet beberapa penghargaan nasional dan internasional terkait keberhasilannya menata kota.”
Rindri Andewi Gati, 21, Surabaya
Di bawah kepemimpinan Ibu Tri Rismaharini, Surabaya benar-benar disulap menjadi kota yang menakjubkan. Banyak penghargaan yang berhasil disabet oleh Kota Pahlawan ini, baik tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa di antaranya adalah penghargaan internasional sebagai City of Future dalam ajang penghargaan Socrates Award 2014 di London. Surabaya juga berhasil menyabet penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable City Award, karena keberhasilannya dalam penataan lingkungan berkelanjutan terbaik.


18. Surabaya juga kota yang masih manusiawi. Biaya hidup disini sangat terjangkau untuk ukuran kota megapolitan.

Dibanding kota besar lain, masih terjangkau
Dibanding kota besar lain, masih terjangkau via tugupahlawan.com

 “Buat biaya hidup sehari-hari lumayan terjangkau lahhh :)”
Nurul, 19, Surabaya
Meski menyandang sebagai kota terbesar ke-2 setelah DKI Jakarta, tak lantas membuat Kota Surabaya ini jadi kota termahal setelah Jakarta pula. Biaya hidup di Surabaya terhitung lebih terjangkau dan nyaman di kantong jika dibandingkan dengan ibu kota-ibu kota provinsi lainnya, lho! Kalau nggak percaya, boleh deh bandingkan sendiri, monggo mampir ke Suroboyo!


19. Tinggal di Suroboyo membuatmu belajar menjadi orang yang penuh toleransi. Banyak pendatang, tapi kamu masih bisa hidup berdampingan!

Hidup saling toleransi walau banyak etnis, suku, dan budaya
Hidup saling toleransi walau banyak etnis, suku, dan budaya via capos.000space.com

“Banyaknya pendatang seperti dari Madura, Papua, ada juga dari Ambon dan beberapa penduduk Jawa lainnya yang semakin meramaikan warna rupa warga Surabaya. Itulah sepenggal kisah mengenai Kota Buaya!”
Syanaz Eza, 20, Surabaya
Sebagai kota besar dan pusat perdagangan wilayah Indonesia timur, banyak para pendatang dari berbagai etnis, daerah, suku, dan budaya yang tinggal di Surabaya. Mulai dari etnis Tionghoa, Arab, Madura, Papua, Ambon.. semua hidup berdampingan penuh toleransi.


20. Cara berbicara mereka memang ceplas-ceplos, tapi bukan berarti Arek Suroboyo itu orang yang kasar!

ndajksa
Arek Suroboyo apik’an kok! via detta-priyandikawardhana.blogspot.com

“Walaupun Orang Surabaya omongannya kasar, hati sama kelakuannya baik loh. Mereka lebih suka 'to the point' daripada basa basi.”
Indra, 24, Batam

“Walaupun bukan asli Arek Suroboyo, yang saya rasakan Orang Suroboyo ramah-ramah.”
D.W.A, 19. Mojokerto
Anggapan bahwa Arek Suroboyo adalah etnis Jawa yang kasar dan keras pasti sudah jadi makanan sehari-hari buatmu. Kamu sering dibilang kasar dan kurang sopan hanya karena lagak berbicaramu yang ceplas-ceplos, cepat, dan sering mengucapkan kata “jancuk”.
Tapi stereotip negatif tentang Arek-arek Suroboyo ini seperti halnya pepatah “tak kenal maka tak sayang”, sebelum orang-orang lain mengenalmu dengan baik mereka tak akan tahu bahwa dibalik karaktermu yang keras, kasar, dan ceplas-ceplos tersimpan keramahan dan kebaikan sebagaimana seharusnya manusia.
Kamu nggak masalah dengan anggapan kasar dan keras itu, karena itu adalah karakteristikmu sebagai Arek Suroboyo! Hanya arek-arek Suroboyo yang bisa membuat kata umpatan menjadi alat pemersatu bagi sesama. Arek-arek Suroboyo iku apik’an kok! (arek-arek Surabaya itu baik-baik kok!)


21. Kamu nggak peduli dibilang kasar atau keras. Yang terpenting, dengan watak kerasmu itu, kamu terbentuk menjadi Arek Suroboyo yang berani dan tegas!

Arek Suroboyo iku pemberani!
Arek Suroboyo iku pemberani! via www.suryaonline.co
“Suroboyo itu terkenal orangnya yang wani, terus arek Suroboyo itu solidaritasnya tinggi. Itu yang aku suka.”
Fitria Handayani Meilanasari, 25, Surabaya

Watakmu sebagai Arek-arek Sroboyo yang keras memang sudah mendarah daging hingga membentuk karaktermu sebagai pemuda-pemudi yang pemberani, tegas, cekatan, dan tak pantang menyerah. Semangat dari para pemuda-pemudi Surabaya di jaman penjajahan dulu terus kamu pertahankan sampai sekarang.
Arek Suroboyo memang keras dan berani. Bukan berani karena mereka bonek, tapi mereka berani untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Kamu nggak peduli dengan label kasar yang menempel padamu. Kamu bukanlah orang yang kasar, melainkan kamu adalah pemuda-pemudi yang berani, tangguh, dan penuh semangat!
 Nek aku arek Suroboyo, koen kate lapo? :p

Ya. Indonesia memang punya beragam suku, etnis, dan budaya. Artikel ini tak bermaksud untuk mengkotak-kotakkan etnis atau suku tertentu kok. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang kehidupan saudara-saudara kita di Indonesia ya!

:)

*Artikel asli : bisa klik disini

Jumat, 09 Januari 2015

Berdamai Dengan Ketakutan Membawamu Setapak Lebih Dekat Pada Kesuksesan

Apakah kamu sadar bahwa sebenarnya ketakutan itu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita? Memulai usaha baru dengan modal yang besar pastilah dimulai dengan ketakutan. Atau saking takutnya menghadap dosen pembimbing yang killer, sampai-sampai kamu malas mengerjakan sisa skripsimu. Ketakutan-ketakutan itu tidak akan bisa hilang sampai kamu memberanikan diri memulai usaha impianmu atau bertatap muka dengan dosenmu.
Bisa saja kamu memilih menghabiskan waktu menghindari semua ketakutanmu dan beralih melakukan hal-hal yang membuatmu nyaman. Tapi semua ketakutanmu sebenarnya akan tetap ada untuk terus menghantuimu. Maka dari itu kendalikan semua rasa takutmu dan ubahlah tiap-tiap dari mereka jadi peluang untuk meraih kesuksesan.


Takut Itu Sah-sah Saja. Dia yang Kuat Adalah Ia yang Berani Mengakui Rasa Takutnya

A picture of a scared woman covering her eyes over white backgro
Jangan malu mengakui rasa takutmu
Banyak orang yang enggan mengakui bahwa mereka ketakutan karena khawatir dianggap lemah atau tidak mampu. Padahal tidak ada salahnya merasakan rasa takut menghadapi segala ketidakpastian dan ketidaknyamanan dari pengalaman baru yang menantimu di depan. Yang lebih salah dan tidak produktif adalah ketika kamu menghindar dari rasa takut dengan terus berjalan di tempat yang sama dalam kehidupanmu.
Perasaan takut hanya akan timbul karena kamu tidak ingin gagal menghadapi tantangan baru yang akan membuat hidupmu sukses. Karena itu janganlah takut merasakan perasaan yang tidak bisa dilepaskan dari keinginan untuk jadi lebih baik itu. Takutlah ketika kamu tidak lagi merasa takut, jika itu berarti hidupmu tidak lagi bisa jadi lebih baik. Maka dari itu segeralah terima rasa takut sebagai awal dari perjalananmu menjadi lebih kuat.


Seperti Pasangan yang Harus Dikenal Pelan-pelan, Rasa Takut Juga Perlu Kamu Coba Terima Secara Perlahan

overcoming-fear
Semakin kamu mengunci diri dari ketakutanmu, semakin kuat rasa takut mengurungmu
Disamping mengingkari rasa takut, hal paling buruk yang bisa kamu lakukan adalah membiarkan rasa takut teronggok begitu saja untuk menggenangi pemikiran dan mendikte tindakanmu. Rasa takut yang dibiarkan menjamur juga mampu merantaimu ke penyesalan masa lalu. Semakin tidak jelas dan jauh ketakutan yang kamu biarkan mengonggok, akan semakin besar dan menakutkan bayangannya.
Maka dari itu biasakanlah untuk segera menghadapi segala ketakutanmu dengan jujur dan lapang dada. Dengan begitu kamu baru bisa memahami akar dari rasa takutmu. Semakin kamu mengerti mengapa hal tertentu membuatmu takut, berarti semakin banyak informasi yang berhasil kamu kumpulkan untuk mengatasinya. Ketakutan itu juga pasti lama kelamaan akan menjadi semakin kecil dan tergantikan dengan keberanian untuk maju.


Lari Dari Ketakutan Tak Akan Mengubah Apapun. Gigih Menghadapinya Membuatmu Punya Kesempatan Untuk Mendapatkan Keberanian

climbing-woman
Berhadapan langsung dengan rasa takutmu 
adalah jalan satu-satunya
Jangan pernah menggunakan rasa takut untuk melabeli dan menghindari sesuatu sebagai ‘hal yang tidak ditakdirkan untukmu’. Ketakutan itu hanya ada untuk dihadapi, ditaklukan dan dilewati. Tidak ada jalan belakang atau pintu ajaib yang akan membawamu melewati ketakutanmu. Dan salah satu cara paling efektif adalah untuk berulang kali memaksa dirimu menghadapi rasa takutmu.
Dengan terus-menerus menghadapi hal-hal yang membuatmu takut, kamu jadi mengerti bahwa tiap pengalaman baik dari keberhasilan atau kegagalan adalah pengetahuan berharga yang mampu mengikis rasa takutmu. Kegigihanmu juga mampu memperluas konsepmu akan ‘hal yang ditakdirkan untukmu’ seperti mimpi yang lebih tinggi dan kesuksesan yang lebih besar. Mungkin memang ada hal yang sudah digariskan Tuhan, tapi jika rasa takut itu berasal dari dalam dirimu berarti ada cara yang bisa kamu upayakan untuk mengubahnya jadi keberanian.

Sesekali, Bebaskan Diri Dari Kukungan Kecemasan. Meditasi Atau Vakansi Bisa Jadi Pilihan Jalan

bigstock-Tai-Chi-At-The-Beach-2538367
Mengistirahatkan pikiran sembari menguatkan badan
Rasa frustasi dan putus asa karena tidak kunjung menemukan keberanian untuk menaklukan rasa takut pasti sering menghampirimu. Di bawah tekanan stres, kamu juga bisa terjerumus pada perasaan negatif seperti depresi atau kegelisahan berlebih yang justru memperbesar perasaan takutmu. Walupun penting untuk tidak menyerah dalam upaya menaklukan rasa takutmu, kamu perlu tahu kapan untuk mengambil istirahat sejenak demi kewarasan pikiran dan tubuhmu.
Stres dan pikiran-pikiran negatif tidak hanya merasuki otakmu tapi juga bisa melemahkan fungsi tubuhmu yang lain. Misalkan kekurangan tidur yang disebabkan oleh berbagai pikiran buruk bisa menurunkan energimu di pagi hari. Jika dibiarkan terus-menerus, tidak hanya pikiranmu yang hancur, badanmu juga ikut ambruk. Sebaliknya semakin terpuruk kondisi fisikmu, semakin terasa berat juga beban pikiranmu.
Bermeditasi dan mengistirahatkan pikiran tentu saja bisa jadi rehat yang baik bagi kelelahan otakmu. Tapi jangan lupakan manfaat olah raga dalam mengurangi tingkat stres. Kenapa? Karena dengan badan yang prima, kamu jadi bisa mengerti bahwa yang perlu dikoreksi hanyalah pikiran negatifmu.


Bicarakan Ketakutanmu Dengan Orang-orang Tersayang. Kamu Sudah Tahu Apa yang Kamu Butuhkan. Terkadang, Kamu Hanya Butuh Orang Lain Untuk Mengatakan

girl-chat
Saran dan contoh terbaik menaklukan ketakutan bisa kamu dapatkan di sekitarmu
Dalam periode kegelapan dimana kabut rasa takut mengaburkan tujuan akhirmu, penting artinya berpaling kepada orang-orang terdekatmu untuk saran yang berguna, petuah yang bijak, atau sekedar dukungan moral. Ayah atau ibumu yang telah melewati masa muda dimana kemungkinan besar juga dipenuhi ketakutan-ketakutan yang sekarang kamu hadapi, bisa jadi inspirasi yang mencerahkan jalanmu.
Atau teman-temanmu yang juga sama-sama bingung dan takutnya denganmu. Kalian bisa saling menyemangati. Jangan ragu mengakui bahwa kamu takut dan membutuhkan bantuan orang lain. Keberanianmu meminta pertolongan, mungkin justru menolong orang lain menyadari bahwa mereka juga ternyata takut dan butuh bantuan.


Tengok Kembali Dirimu Di Masa Lalu. Putar Ulang Skenario Bahwa Dulu Kamu Pernah Sekuat Itu

Obama family arrives at US Capitol prior to inauguration swear-in

Menginspirasi diri sendiri adalah cara ampuh untuk menaklukan rasa takut
Disamping inspirasi dari orang lain, kamu juga bisa mendapatkan inspirasi untuk menaklukan ketakutan yang kamu rasakan saat ini dari dalam dirimu sendiri. Seberapa kecil pun pencapaian atau kesuksesanmu di masa lalu adalah bukti nyata bahwa kamu memiliki kemampuan dan kegigihan untuk menaklukan rasa takutmu ketika itu. Kamu juga pasti juga jauh bersyukur atas keberanianmu mencoba walaupun diakhiri kegagalan yang pahit. Karena pengalaman tersebut jauh lebih berharga dibandingkan penyesalan atas semua kesempatan terlewatkan yang belum pernah kamu coba hingga saat ini.
Maka dari itu segala pengalamanmu baik keberhasilan, kegagalanmu di masa lalu, atau penyesalan yang tidak ingin kamu ulangi, bisa jadi dorongan lebih untuk menghadapi ketakutanmu sekarang. Masa lalumu itu nyata dan sudah terjadi, sedangkan rasa takutmu sekarang hanya ada di kepalamu. Dengan dorongan yang benar, rasa takut dikepalamu pun bisa jadi kenyataan yang indah.


Yakinilah. Memberanikan Diri Menghadapi Ketakutan Sama Saja dengan Menghindari Penyesalan

_DLK7157
Tidak melompat adalah kemungkinan terburuk
Kamu sudah di ujung papan bungee jumping dan ketakutan setengah mati. Bukannya kamu takut ketinggian atau tidak percaya akan keamanan peralatan profesional yang disediakan. Sebagian besar orang takut karena tidak pernah mencoba atau berada dalam situasi tersebut dalam kesehariannya. Dimana lagi coba orang bisa loncat ratusan meter dari atas tanah dan tetap kembali selamat? Jangan mundurkan langkahmu karena kepalamu dibenami rasa takut.
Apa coba yang akan terjadi kalau kamu melangkahkan kakimu ke depan? Kamu bisa merasakan sensasi tidak manusiawi yang hanya bisa dirasakan mereka yang berani melompat. Atau saking takutnya kamu sampai pusing dan muntah-muntah. Mau ketagihan atau bersumpah tidak mengulanginya lagi, kamu sudah menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin muncul dari situasi ini: penasaran seumur hidup.
Apalagi ketika ketakutan sebagian besar manusia yaitu kematian adalah hal yang pasti, janganlah takut terluka dalam mencoba hal yang baru. Justru takutlah bahwa kamu akan kehabisan waktu untuk mencoba hal-hal yang ingin kamu lakukan.


Jangan Salahkan Dirimu. Hey, Takut Itu Biasa. Justru Ketakutan Membuktikan Bahwa Kamu Punya Mimpi Besar yang Sedang Diperjuangkan

BpofuH1IIAEWCwS
Pencapaian tertinggi sebagai wanita pertama yang terpilih jadi Presiden di benua Afrika
Tidak seharusnya ketakutan itu dipandang sebagai sesuatu yang negatif dan selalu ingin kamu hindari. Kamu akan merasa takut karena kamu sadar bahwa jalan yang diperlukan untuk mencapai impianmu jauh lebih sulit dan terjal dibandingkan jalan yang biasa kamu tempuh. Kemungkinan untuk gagal juga jadi lebih besar dan lebih sulit untuk bisa bangkit dari kegagalan tersebut. Karena itu kamu semakin enggan gagal karena kamu tahu ganjaran luar biasa yang menantimu di ujung jalan.
Realisasi tersebut memang sepatutnya membuatmu takut dan was-was tapi tidak seharusnya mengurungkan niatmu untuk maju mencoba. Gunakanlah rasa takut dan kewaspadaan tersebut sebagai penanda bahwa mimpi, target, atau hal yang ingin kamu raih itu cukup penting dan berharga untuk dikejar. Coba bayangkan jika Presiden Sirleaf mengurungkan niatnya mengajukan diri jadi Presiden karena ketakutan selama ini tidak ada wanita yang berhasil. Bisa jadi sampai saat ini tidak ada wanita yang berhasil memecahkan atap kaca tertinggi dalam politik di Afrika.

Ketakutan itu akan dirasakan semua orang. Namun hanya mereka yang berhasil menaklukan rasa takut dan mengubahnya jadi keberhasilan paling hebat dalam hidup mereka, tergolong jadi orang-orang yang sukses. Keputusan untuk tidak lagi hidup disetir rasa takut dan mulai merintis jalan yang benar menuju mimpi-mimpimu, sepenuhnya ada di tanganmu.
“Too many of us are not living our dreams, because we’re living our fears”
– Les Brown

 Artikel ini diambil dari: klik disini

Jumat, 28 November 2014

Bermimpi Besar part 1

Tentang "Mimpi Besar", sebelumnya saya tidak pernah memiliki mimpi yang tetap/pasti. Selalu berubah. Jadi, ketika ada pertanyaan "Apa mimpi mu?" saya pasti bingung. Jawaban standart yang bisa jawab hanya "ingin bahagia, sukses,kaya.dll". Tapi ternyata jawaban saya bukanlah jawaban yang cukup tepat dan kuat. Kita harus memiliki mimpi yang jelas dan detail. Semakin jelas dan detail maka kita akan semakin terpacu untuk meraih setiap kesempatan untuk mewujudkan mimpi mereka.

Saya ingin sharing tentang mimpi saya. Saya bermimpi sebelum usia 30 tahun, saya dapat menjalankan usaha sendiri dan memiliki kebebasan waktu untuk menikmati hidup bersama orang-orang yang saya kasihi. Apakah mimpi saya dapat terwujud? Pasti dapat dan saya yakin saya mampu. Memang saya tidak tahu kapan mimpi itu terwujud. Tapi saya ingin berusaha menggapai impian saya. Lebih baik saya berusaha daripada saya hanya berdiam diri merenungi nasib yang seharusnya dapat kita ubah.

Saya bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Keluarga kami hanyalah keluarga dengan strata kehidupan yang cukup. ya, hanya cukup dan tidak berlebih. Dari 5 bersaudara hanya 2 anak yang mencicipi bangku kuliah, salah satunya saya. Dulu saya hanya berpikir dengan saya memiliki pekerjaan yang baik, maka kondisi finansial saya akan membaik. Orang lain melihat bahwa kehidupan saya saat ini cukup baik. Bisa travelling ke beberapa kota di Indonesia untuk urusan pekerjaan, dan meilhat lamanya saya sudah bekerja di kantor saya. Ternyata passion saya meragukan pendapat saya tentang bekerja. Akhirnya saya menemukan apa mimpi saya. Saya ingin memiliki bisnis sendiri! Meski masih dalam proses menjalaninya saat ini, saya akan terus berjuang meraih mimpi saya. Cerita saya yang berikutnya akan saya bagikan tentang bagaimana proses yang harus saya jalani.

28.11.2014

Selasa, 18 November 2014

Kuliner Aceh

Aceh. Salah satu kota yang berada di Indonesia ini memiliki beragam kuliner yang cukup lezat. Sebetulnya kisah perjalanan saya ke Aceh ini sudah cukup lama (awal tahun 2014) karena ada tugas dinas kantor kesana, tapi saya baru bisa berbagi sekarang hehehehe... Jadi langsung aja ya sharing perjalanan saya selama di Aceh.
Wisata kuliner di Aceh? Wah... Sangat beragam dan cukup bersahabat dengan lidah saya. Kuliner pertama yang saya nikmati adalah sate kerbau. Hem... Cukup unik dan jarang saya mendengera kuliner yang satu ini. Biasanya saya menikmati sate ayam /  sapi. Berada dekat hotel medan, anda akan menmukan sebuah warung yang menjual sate lembu ini. Rasanya cukup lezat dan agak manis. Dibandingkan sate sapi, sate kerbau memang lebih berserat dan tekstur dagingnya lebih padat. Tapi tenang, daging kerbau ini sudah diolah dengan baik sehingga tidak alot. Ditemani dengan bumbu kacang yang sudah diolah tanpa kecap dan jeruk nipis, rasa dari sate kerbau ini menjadi lebih gurih dan nikmat. Pilihan lain selain sate kerbau, anda dapat menikmati menu sup tapi saya lupa nama sup tsb (hehehehe... maaf ya). Sup daging ini juga diolah dari daging kerbau. Mirip dengan sup buntut, tapi tidak memakai sayur. Rasa rempah dan aroma daging yang lezat menjadikan sup ini terasa begitu nikmat.

Sate lembu - dekat hotel medan
  
Berikutnya, saya harus melalui perjalanan yang cukup jauh dari pusat kota untuk mengunjungi suatu daerah. Nama tempat tersebut adalah Puncak Aceh Geurue Aceh Jaya. Melewati jalan yang cempit dan curam, tidak membuat saya stress atau jenuh karena hamparan sawah dan pantai serta laut yang indah membuat saya cukup menikmati perjalanan darat ini. Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, saya tiba di sebuah warung di pinggir jalan untuk menikmati buah durian yang legit tapi sangat murah. Nilai plus lainnya, saya dapat menikmati durian yang legit dengan pemandangan laut yang elok dan angin yang semilir sejuk. Kepenatan dan beban pikiran seakan terlupakan sesaat ketika saya menikmati pemandangan alam yang sungguh luar biasa indah. Keunikan lainnya adalah saya dapat berinteraksi dengan hewan liar yang ada di tempat ini, yaitu beberapa ekor kera. Saya kurang paham jenis-jenis kera. Namun, hewan liar ini cukup bersahabat berinteraksi dengan manusia, asal kita mau berbagi makanan dengan mereka (hehehehehe....)

Puncak Aceh Geurue Aceh Jaya

Kuliner ketiga. Kuliner yang satu ini adalah favorite saya, Mie Aceh. Seperti namanya, kuliner ini merupakan salah satu kuliner khas atau andalan di Aceh. Olahan dari makanan khas ini cukup beragam. Jika anda suka dengan seafood maka anada bisa mencoba Mie Aceh udang / cumi / kepiting. Atau bagi anda yang suka dengan olahan daging kambing, menu Mie Aceh daging kambing juga bisa menjadi pilihan. Setelah melihat menu, akhirnya saya memutuskan untuk menikmati Mie Aceh telor. Tidak perlu menunggu lama untuk menikmati sajian ini. Mie Aceh yang sudah matang ditaruh di sebuah piring yang beralaskan daun pisang ditemani dengan acar dan keripik melinjo/emping, rasa mie sungguh nikmat. Bumbu yang kaya akan rempah dengan rasa yang agak pedas membuat saya semakin menikmati hidangan ini. Harga yang ditawarkan ditempat ini juga tidak terlalu membuat kantong kering. Selain Mie Aceh, kedai Razali ini juga menyediakan menu pendamping lainnya seperti martabak, canai, dan cemilan kerupuk. Anda dapat menemukan rumah makan ini di 2 tempat. Pertama, beralamatkan di Jl. T.P.Polem no 83-85 Banda Aceh. Kedua, berada di Jl. Soekarno Hatta no.2A-2B Lampeuneurut-Aceh besar.

 Mie Aceh Razali

Kuliner wisata sudah. Kali ini saya ingin membagikan informasi lokasi mana saja yang dapat menjadi pilihan untuk dikunjungi. Karena waktu saya tidak terlalu banyak di Aceh. Saya hanya dapat memberikan info beberapa tempat saja. Jika membahas tentang Aceh, tentu anda masih ingat dengan kejadian banjir Tsunami yang pernah melanda kota ini. Begitu banyak kerusakan dan korban jiwa yang disebabkan bencana lama tersebut. Namun dibalik muzibah tersebut, terselip beberapa kisah menarik. Pertama adalah Masjid Baiturrahman. Tempat beribadah ini menyimpan kisah yang menarik. Masjid ini terletak di pusat kota Aceh dan pada saat terjadi banjir tsunami hampir seluruh bangunan dipusat kota ini hancur dan ikut terbawa arus banjir. Namun ajaib, Masjid Baiturrrahman ini tetap berdiri kokoh meski diterjang banjir besar. Saya pun menyempatkan diri untuk mengabadikan moment di depan pintu gerbang masuk Masjid Raya Baiturrahman.

Masijd Raya Baiturrahman
Lokasi kedua adalah Monumen PLTD Apung. Monumen ini adalah sebuah kapal induk besar yang terdampar karena hanyut oleh arus banjir tsunami dan kapal ini juga memiliki jasa karena berhasil menyelamatkan jiwa beberapa korban yang hanyut oleh arus banjir tsunami. Kapal besar ini sengaja tidak dipindah kembali ke tengah lautan. Selain ukurannya yang sangat besar dan lokasi terdamparnya berada ditengah-tengah lingkungan rumah warga, kapal ini dijadikan monumen sebagai pengingat kisah bahwa didaerah tersebut pernah mengalami terjangan banjir tsunami. 

PLTD Apung










Perjalanan saya di Aceh pun berakhir setelah pekerjaan dinas kantor saya pun berakhir. Banyak cerita dan pengalaman yang saya dapatkan dari kota ini. Semoga suatu saat bisa kembali menikmati suasana dan kisah menarik lainnya dari kota Aceh. 

Rabu, 15 Oktober 2014

Wisata Malam di Surabaya

     Suntuk...Jenuh...Pingin jalan-jalan tapi lagi bokek alias g da duit? Jalan aja meluncur ke salah satu taman kota di Surabaya, Taman Bungkul. Di sini kita menikmati suasana malam yang cukup menyenangkan dan gratis. Letak yang cukup strategis di jalan Darmo, membuat taman kota satu ini menjadi tempat favorit warga Surabaya menghilangkan penat ataupun hanya untuk sekedar duduk santai menikmati angin malam. 

     Fasilitas di taman ini memang dirancang untuk menjadi tempat hiburan gratis bagi warga. Banyak hal dan aktifitas yang berlangsung disini. Para pedagang kaki lima biasanya menjajakan dagangannya. Ada aneka minuman (mulai dari yang panas sampai dingin), mainan anak-anak, adapula aneka jajanan juga dijual. 
Suasana malam hari di Taman Bungkul Surabaya

     Berbagai komunitas juga sering menyelenggarakan kegiatan. Seperti yang saya temui malam ini. O.C.H (Owl City of Heroes). Komunitas ini adalah komunitas penyayang binatang. Kali ini mereka sedang melakukan penggalangan dana untuk peduli lingkungan (penanaman pohon). Selain dapat memevrikan sumbangan secara sukarela, para pengunjung dapat berinteraksi ataupun berfoto bersama dengan berbagai jenis burung hantu yang dibawa oleh para anggota komunitas ini. 

Beberapa jenis burung hantu komunitas O.C.H

Cukup menarik karena sebelumnya saya juga belum pernah melihat ataupun berinteraksi dengan burung hantu. Semoga kegiatan tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar. Jadi, yang mau main ke Taman Bungkul nggak usa ragu. Tetap waspada dan selamat menikmati Surabaya dimalam hari. 


Jumat, 22 Agustus 2014

My Profile

Hai!!! Namaku Yeni. Tahun ini, usiaku genap 26 tahun. Aku bekerja disalah satu perusahaan swasta di Surabaya. Pekerjaan yang saat ini aq tekuni bergerak dibidang marketing support. Travelling, mendengarkan musik, menonton film / DVD, makan merupakan beberapa hobi yang aku miliki. 

Dalam hidup ini baik orang besar, kecil, kaya ataupun miskin semua sama. Terdengar klise memang, tapi kenyataan ini memang terjadi dan ada disekitar kita. Dalam dunia pekerjaan, ada masa-masa ingin berhenti dan mencari lahan baru yang lebih hijau. Tapi apakah lahan baru itu bisa memberikan 'warna hijau' seperti yang kita lihat? Atau hanya menjadi angan-angan belaka? Itu yang aku rasakan saat ini.

Mencoba bertahan dan menggali apa yang masih bisa dipertahankan. Itu yang sedang aku lakukan, karena ternyata memang kebaikan dan kegembiraan itu masih ada meski berada di dalam kekurangan dan kekecewaan. 'Belajar menerima dan menjalani apa yang ada saat ini', orang jawa bilang legowo. Yah...Berharap esok hari lebih baik dibandingkan hari ini. Bukan cuman fasilitas dan hak yang dipenuhi saja, tapi juga tanggung jawab serta pekerjaan yang sudah dipercayakan juga harus dilkerjakan dengan lebih baik lagi.

www.pinterest.com